PNPM P2DTK SUMUT

Rakor PMC-DMC P2DTK Sumut

Posted on: 15 Juli 2010

Presentase Bpk. Sipo (Sp. HCU NMC)

Pada tanggal 14-15 Juli 2010, berlangsung Rapat Koordinasi Konsultan Manajemen P2DTK Provinsi Sumatera Utara. Berlokasi di Kantor PMC-Sumut Jl. Sei Tenang No. 15 Medan-Sumatera Utara, Rakor ini dihadiri oleh:
1. Bapak Sipo Foudubun selaku Sp. HCU NMC; 2. Bapak Ahmad Taufik selaku Anggota Tim Koordinasi (Bappadasu); 3. Bapak Koswara A. Manapi selaku Koordinator Provinsi (PMC); 4. Bapak Asep A. Satori selaku Sp. HCU (PMC) 5; Bapak Firdaus selaku TL PT. Innerindo; 6. Bapak Suryo Pratomo selaku OM PT. Innerindo; 7. Bapak Suhaidi selaku PT. Amythas; 8. Bapak Suyanto selaku KM Infrastruktur Kabupaten Nias Selatan; 9. Ibu Nurjannah selaku KM Pendidikan Kabupaten Nias Selatan; 10. Ibu Esti Halawa selaku KM Kesehatan Kabupaten Nias Selatan; 11. Bapak Rezeky Sitorus selaku KM Infrastruktur Kabupaten Nias; 12. Bapak Sofyan Hadi selaku KM Pendidikan Kabupaten Nias dan 13. Ibu Titi Karsita selaku KM Pendidikan Kabupaten Nias.


Rakor berjalan dengan lancar dan kondusif serta menghasilkan risalah yang terdiri dari 14 poin, antara lain:
RISALAH RAPAT KOORDINASI
1. Konsultan Manajemen Kabupaten Nias dan Nias Selatan diharapkan dapat segera mengupayakan Pelaksanaan Sosialisasi Program P2DTK kepada Anggota Dewan Legislative Daerah, dalam rangka meminimalisasi terjadinya penghapusan daftar usulan kegiatan Program P2DTK yang masuk dalam perencanaan daerah.
2. Perlu Penegasan dari KPDT tentang Kondisi DIPA 2010.
3. Konsultan Manajemen Provinsi Sumatera Utara dan Konsultan Manajemen Kabupaten Nias serta Nias Selatan meminta dukungan kepada NMC dan PIU – KPDT untuk dapat mempergunakan Metode Safeguard pada Pencairan DIPA Tahun Anggaran 2010.
4. Dalam rangka permintaan penggunaan Metode Safeguard pada Pencairan DIPA 2010, Konsultan Manajemen Kabupaten Nias dan Nias Selatan membuat Estimasi Waktu sebagai dasar Penggunaan Metode Safeguard dan dikirimkan kepada KM-Provinsi seterusnya disampaikan kepada NMC dan PIU-KPDT.
5. PT. C. Lotti perlu memberikan penjelasan terkait tidak hadirnya Perusahaan dan Konsultan FM dan DPC Kabupaten Nias dan Nias Selatan pada Rakor Konsultan Manajemen Provinsi Bulan Juli 2010 di Medan.
6. Dibutuhkan Surat Penegasan yang ditujukan kepada FM dan DPC tentang TUPOKSI Konsultan FM & Procurement Kabupaten Nias dan Nias Selatan dari PT. C. LOTTI selaku Perusahaan Pengelola Jasa Konsultan dengan tembusan surat kepada Konsultan Manajemen Provinsi dan Konsultan Manajemen Kabupaten dalam rangka memperjelas sistem koordinasi antara DFMC dan DPC dengan KM Kabupaten masing-masing bidang.
7. Konsultan Manajemen Nasional melalui Bapak Sipo Foudubun akan menyampaikan beberapa permasalahan terkait sistem kerja dan teknis operasional Konsultan FM & DPC Kabupaten Nias dan Nias Selatan kepada PT. C. LOTTI pada saat Rapat Bulanan bersama dengan PIU – KPDT.
8. Konsultan FM dan Procurement Kabupaten Nias serta Nias Selatan diwajibkan menghadiri setiap pelaksanaan Rapat Koordinasi Konsultan Manajemen Provinsi Sumatera Utara Program P2DTK.
9. Konsultan Manajemen Kabupaten masing-masing bidang tetap mendampingi Konsultan Financial Management & Procurement Kabupaten Nias dan Nias Selatan dalam berkoordinasi dan sosialisasi dengan Tim Koordinasi, UPKD, dan TPK.
10. Sistem Pengeluaran Dana A/O UPKD mengacu pada Buku Panduan Administrasi dan Keuangan, Buku Forum-Forum serta Petunjuk Teknis Operasional.
11. Pelatihan Financial Management bagi Bendahara UPKD masing-masing bidang sangat perlu dilaksanakan mengingat seluruh UPKD Kabupaten Nias dan Nias Selatan masih belum memahami penggunaan Form Laporan Keuangan yang baru.
12. Permintaan Klarifikasi terkait Laporan DFM & DPC Kabupaten Nias pada bidang Infrastruktur poin 3 (tiga) tentang Penjelasan Kategori Zona ”Titik Kritis”.
13. Diminta kepada konsultan FM Kabupaten nias, membuat klarifikasi pada poin 6 (bagian TPK kabupaten) ”Sesuai dengan ketentuan dalam pengelolaan dana program P2DTK, maka pinjaman baik atas nama pribadi maupun lembaga/organisasi dengan alasan apapun merupakan larangan dibiayai dari dana program”. Hal ini juga merupakan zona titik kritis dalam pengelolaan dana program P2DTK pada laporan FM bulan Juni 2010 terkait adanya indikasi pinjaman dana Progam P2DTK.
14. Koordinasi antar Konsultan Manajemen Kabupaten Nias dan Nias Selatan agar lebih ditingkatkan (KM bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Pengadaan dan Financial Management).

Pencapaian tindak lanjut risalah rakor akan kembali di review pada rakor berikutnya yang akan direncanakan pada bulan September 2010.

Selamat dan Sukses…….
By Nanda cs

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: