PNPM P2DTK SUMUT

REFLEKSI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE- 65

Posted on: 16 Agustus 2010

Tanggal 17 Agustus 2010 yang jatuh pada Hari Selasa besok diperingati sebagai Hari KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. Pada usia yang telah mencapai 65 tahun sebagai sebuah bangsa dirasakan masih banyak hal yang belum dapat menunjukkan progress signifikan dalam melaksanakan agenda pembangunan kerakyatan yang berbasis kesejahteraan. Bila dilihat melalui sudut pandang paling krusial seperti ekonomi, pendidikan dan kesehatan, Indonesia pun masih belum maksimal dalam mewujudkan cita-cita para pejuang bangsa yang telah rela berkorban jiwa dan raga demi kesatuan serta persatuan tanah air persada. Sungguh sangat ironis sekali bila dibayangkan dengan hamparan kekayaan alam yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Berbagai kompleksitas masalah yang kerap mewarnai dinamika bangsa ini dalam mengarungi misi pengisian kemerdekaan sebagai amanat dari para pejuang kemerdekaan. Diantaranya : Pertama, peringatan hari kemerdekaan RI seolah-olah hanya menjadi ritual tahunan yang tidak memiliki makna historis dan hanya dilewatkan sebagai sebuah perayaan dalam bentuk acara hiburan saja. Padahal esensi dasar dalam memperingati kemerdekaan ialah bertujuan untuk merefleksikan perwujudan cita-cita yang mulia dan luhur dalam rangka membangun bangsa. Akibatnya, peringatan hari proklamasi terkesan tak bermakna.

Kedua, Ketimpangan sosial yang berakibat timbulnya berbagai kemiskinan dan ketidakadilan ekonomi yang menimpa hampir sebagian besar rakyat Indonesia. Kondisi perekonomian yang mencekik sebagian besar masyarakat Indonesia yang secara realita sangat jauh berbeda dengan harapan para pejuang kemerdekaan yang tinggi dimana mereka berharap akan terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat. Alhasil, rakyat miskin akan lebih memilih memikirkan kebutuhan sehari-hari mereka agar tetap bisa bertahan hidup di tengah carut marut kondisi negara daripada harus susah payah mengenang kerja keras para pejuang kemerdekaan.

Ketiga, adanya anggapan bahwa kemerdekaan dalam arti sebenarnya masih belum dapat dirasakan oleh Bangsa Indonesia. Sebab Kemerdekaan sejati merupakan semangat nasionalisme yang dapat dirasakan serta dimaknai oleh berbagai kalangan/lapisan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi/dewasa. Kemandirian bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur berkaitan erat dengan eksistensi keberadaan Indonesia di era globalisasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang bila tidak disikapi dengan cermat dan bijaksana dapat berakibat terhadap pengikisan budaya dan rasa cinta terhadap tanah air oleh generesi penerus. Generasi muda sebagai penerus bangsa di masa depan diharapkan dapat berkreasi dalam berbagai bidang sehingga menghasilkan karya yang patut dihargai sebagai sebuah prestasi yang dapat dibanggakan oleh bangsa ini. Dari semua hal tersebut, kiranya proklamasi kemerdekaan dapat diperingati oleh semua warga Indonesia dengan penuh khidmat dan mampu berperan dalam mewujudkan Indonesia baru yang lebih dinamis dan mandiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: